dinas-ketahanan-pangan-dan-pertanian-kabupaten-serang-melaksanakan-monitoring-dpi-dampak-perubahan-iklim-lahan-tanam-terdampak-bencana-banjir-di-wilayah-kecamatan-cikeusal-tepatnya-di-kp-seba-desa-cikeusal

Administrator

Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Serang melaksanakan Monitoring DPI (Dampak Perubahan Iklim) lahan tanam terdampak bencana banjir di wilayah Kecamatan Cikeusal, tepatnya di KP Seba, Desa Cikeusal.

Hasil monitoring menunjukkan lahan pertanian milik Poktan Harapan 3 mengalami puso seluas kurang lebih 35 hektare. Kondisi lahan yang berada di tengah area genangan menyebabkan tanaman padi gagal tumbuh, sebagian tumbuh namun tidak menghasilkan bulir padi (hampa).

Petani menyampaikan keluhan bahwa wilayah persawahan tersebut sejak awal merupakan area situ yang menjadi tampungan aliran Sungai Cihaseum, yang menerima limpahan aliran dari wilayah Baros, Petir, dan Cikeusal. Seluruh aliran tersebut bermuara di lokasi ini sehingga setiap tahun menjadi langganan banjir.

Meskipun lebar Kali telah mencapai 3 meter dengan kedalaman sekitar 4 meter, debit air yang tinggi saat hujan di wilayah hulu tetap menyebabkan luapan air ke area persawahan. Bahkan, meskipun di lokasi tidak terjadi hujan, curah hujan lebat di hulu Kali tetap berdampak langsung pada lahan pertanian di wilayah ini.


Berdasarkan pendataan sementara, total luas puso di seluruh wilayah Kecamatan Cikeusal mencapai 95 hektare.

Kegiatan monitoring DPI ini dilakukan oleh tim yang terdiri dari:

  1. Kepala Bidang Sarana Pertanian
  2. Fungsional Penyetaraan Analis Ketahanan Pangan
  3. 5 orang Tim Penyuluh BPP Cikeusal

Langkah ini merupakan bagian dari upaya pendataan dan penanganan dampak bencana guna mendukung perlindungan dan pemulihan sektor pertanian di Kabupaten Serang.